"MEMILIH ILMU, GURU, TEMAN DAN MENETAPI PELAJARAN"
ينبغي لطالب العلم أن يختار من كلّ علم أحسنه وما يحتاج إليه في أمر دينه في الحال ثمّ ما يحتاج إليه في المأل
Bagi pelajar lebih baiknya memilih dari setiap ilmu yang bisa membuat baik dirinya, dan ilmu yang dibutuhkan dalam urusan agamanya diwaktu keadaanya itu, kemudian baru ilmu yang dibutuhkan dalam urusan agamanya disewaktu-waktu nanti.
ويقدّم علم التوحيد ويعرف الله تعالى بالدليل فإنّ إيمان المقلّد وإن كان صحيحا عندنا لكن يكون أثما بترك الإستدلال
Lalu pelajar mendahulukan ilmu tauhid dan mengenal allah S.W.T. dengan cara mencari dalil-dalil. Bahwasannya keimanan seorang muqollid(orang yang manut-maut aja) wlaupun sah imannya menurut kita(madzhab imam syafi'i) tetapi ia berdosa karena meninggalkan mencari dalil.
ويختار العتيق دون المحدّثات قالوا عليكم بالعتيق وإيّاكم والمحدّثات وإيّاك أن تشتغل بهذا الجدل الذي ظهر بعد انقراض الأكابر من العلماء فإنّه يبعد الفقه ويضيّع العمر ويورث الوحشة والعداوة وهو من أشراط الساعة وارتفاع العلم والفقه كذا ورد في الحديث
Lalu pelajar memilih ilmu yang kuno, bukan ilmu yang modern. para ulama' berkata hai para pelajar tetapilah dirimu dengan ilmu kuno dan jagalah dirimu dari ilmu modern juga jagalah dirimu dari kesibukan berdebat, debat yang jelas setelah wafatnya para pembesar dari ulama'. Bahwasannya debat itu menjauhkan kefahaman, menyia-nyiakan umur juga mendatangkan gersah dan permusuhan, dan itu adalah tanda-tanda kiamat, hilangnya ilmu dan fiqh(kefahaman). hal seperti ini sering terlaku dalam hadist.
Posting Komentar