"SEJATINYA ILMU DAN FIQH, DAN KEUTAMAANNYA"
قال رسول الله صلّي الله تعالي عليه وسلّم طلب العلم فريضة على كلّ مسلم ومسلمة
Rosululloh S.A.W. Berkata "mencari ilmu itu sangat diwajibkan bagi setiap muslim dan muslimah".
اعلم بأنّه لايُفترَض على كلّ مسلم ومسلمة طلب كلّ علم بل يُفترَض عليه طلب علم الحال كما يقال أفضل العلم علم الحال وأفضل العمل حفظ الحال
Ketahuilah bahwa tidak wajib mencari semua ilmu, tetapi wajibnya adalah mencari ilmu atau belajar sesuatu yang dibutuhkan dalam keadaan tingkah seketika, seperti apa yang akan dikatakan bahwa "lebih utama-utamanya ilmu adalah ilmu yang dibutuhkan seketika dan lebih utama-utamanya amal adalah menjaga tingkah".
يُفترَض على المسلم طلب علم ما يقع له في حاله في أيّ حال كان, فإنّه لابد له من الصلاة فيُفترَض عليه علم ما يقع له في صلاته بقدر ما يؤدّى به فرض الصلاة
Diwajibkan bagi muslim(laki-laki / perempuan) mencari ilmu atau belajar sesuatu yang mesti pada dirinya(contoh: solat) yang dalam tingkah kondisinya (sehat / sakit), bahwasannya ia diwajibkan melakukan solat, maka baginya wajib mengetahui atau belajar sesuatu yang akan terjadi dalam solatnya itu dengan kira-kiranya yang akan memenuhi fardunya solat.
ويجب عليه علم ما يقع له بقدر ما يؤدى به الواجب لأنّ ما يتوسّل به إلى إقامة الفرض يكون فرضاً, وما يتوسّل به إلى إقامة الواجب يكون واجباّ
Dan wajib juga bagi muslim mengetahui atau belajar sesuatu yang mesti dilakukannya(sesuatu wajib) dengan kira-kiranya sesuatu yang akan memenuhi sesuatu yang wajib tadi, karena sesungguhnya perkara yang dibuat lantaran untuk melakukan kefardluan itu juga fardlu, dan perkara yang dibuat lantaran untuk melakukan kewajiban itu juga wajib. (contoh: wudlu yang aslinya hukumnya tidak wajib, tetapi karena solat itu harus suci dari hadast, maka hukum wudlu ikut wajib, dan mempelajari babakan wudlu pun ikut wajib juga. dll.)
وكذالك في الصّوم والزّكاة إن كان له مال والحجّ إن وجب عليه وكذالك في البيوع إن كان يتّجر
Begitu juga wajib seperti diwajibkannya di atas yaitu dalam babakan puasa, zakat apabila punya harta dan haji apabila sudah wajib baginya, dan dalam babakan jual beli apabila ia seorang pedagang.
قيل لمحمّد بن الحسن رحمه الله تعالى ألا تصنف كتاباً في الزهد قال صنفت كتاباً في البيوع يعني الزاهد من يتجر عن الشبهات والمكروهات في التجارات وكذالك يجب في سائر المعاملات والحرف
Syech muhammad bin hasan dimintai oleh sebagian muridnya: "cobalah, lebih baiknya anda mengarang kitab yang menerangkan zuhud..." Syech muhammad bin hasan menjawab: "aku sudah mengarang kitab yang menerangkan babakan jual beli" dalam artian orang zuhud adalah orang yang dagang yang menjauhi dari perkara syubhat dan makruh dalam perdagangannya. begitu juga wajib, menjaga dari perkara syubhat dan makruh dalam semua akad muamalah(hubungan sesama manusia) dan pekerjaan.
وكلّ من اشتغل بشيءٍ منها يفترض عليه علم التحرّز عن الحرام فيه
Dan setiap orang yang tersibukkan dengan dagang, muamalah, pekerjaan dll, maka ia wajib untuk mengetahui dan belajar menjaga pekerjaannya itu dari perkara haram.
وكذالك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكّل والإنابة والخشية والرضا فإنّه واقع في جميع الأحوال
Begitu juga wajib bagi muslim, untuk belajar dan mengetahui sifat hati atau ilmu hati, seperti tawakkal, mengembalikan perkara kepada allah, takut pada ancaman allah, ridlo pada hukum dan takdirnya dll. Bahwasannya ilmu hati itu akan berguna pada seluruh aspek kehidupan tanpa terkecuali.
وكذالك في سائر الأخلاق نحو الجود والبخل والجبن والجرأة والتكبّر والتواضع والعفّة والإسراف والتقتير وغيرها فإنّ الكبر والبخل والجبن والإسراف حرام ولا يمكن التحرّز عنها إلّا بعلمها وعلم ما يضادها فيفترض على كلّ إنسان علمها
Begitu juga wajib bagi muslim, belajar dan mengetahui ilmu akhlaq, seperti dermawan, bakhil, penakut(kuwatir), pemberani, takabbur, tawadlu', berhati-hati, berlebihan, pengiritan dll. Maka bahwasannya takabbur, bakhil, penakut(kuwatir) itu semua haram, dan takkan mungkin bisa menjauhi dari sifat tersebut kecuali dengan mengetahuinya, dan mengetahui sifat kebalikannya. Maka wajib bagi semua insan untuk mengetahui ilmunya.
وقد صنف السيّد اللإمام الاجل الشهيد ناصر الدّين أبو القاسم كتاباً في الأخلاق ونعم ما صنف فيجب على كلّ مسلم حفظها
Syech Sayyid Al Imam yang agung yang mati syahid yang menolong agama, yaitu "Abu Al Qosim" benar-benar telah mengarang kitab yang menerangkan Akhlaq dan bagus sekali kitab yang dikarang itu, maka bagi setiap muslim wajib menjaga akhlaq.
وأمّا حفظ ما يقع في بعض الأحايين ففرض على سبيل الكفاية إذا قام به البعض في بلدة سقط عن الباقين فإن لم يكن في البلدة من يقوم به اشتركوا جميعاً في المأثم فيجب على الإمام أن يأمرهم بذالك ويجبر أهل البلدة على ذالك
Adapun menjaga sesuatu yang terjadi disebagian masa-masa seperti solat jenazah menengok orang sakit dll, maka hukumnya fardlu kifayah, ketika sebgian ahli desa sudah ada yang melakukan maka sudah gugur kewajibannya dan mencukupi untuk semuanya, tapi ketika tidak ada yang melakukan sama sekali maka semua ahli desa tersebut mendapatkan dosa. maka wajib bagi imam(kepala desa) menyuruh dan memaksa ahli desa untuk melakukan.
فقيل بأنّ علم ما يقع على نفسه في جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابدّ من كلّ واحد من ذالك وعلم ما يقع في بعض الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه في بعض الأوقات وعلم النّجوم بمنزلة المرض فتعلّمه حرام لأنّه يضرّ ولاينفع والهرب من قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن
Dikatakan bahwa sesungguhnya ilmu perkara yang terjadi pada diri kita dalam setiap tingkah itu sederajat dengan makanan, yang mana kita sangat membutuhkannya setiap hari. Dan ilmu perkara yang terjadi disebagian waktu/masa itu sederajat dengan obat, yang mana kita membutuhkannya hanya diwaktu kita sakit. Sedangkan ilmu nujum(ramalan) itu sederajat dengan penyakit, maka belajar ilmu nujum itu haram kerena membahayakan dan tak ada manfa'atnya, sedangkan lari dari keputusan dan kepastian Allah S.W.T. itu tak akan mungkin.
اللّهمّ إلّا إذا تعلّم من النجوم قدر ما يعرف به القبلة وأوقات الصلاة فيجوز ذالك
Yaa Allah...
Kecuali ilmu nujum(ramalan), bisa diperbolehkan, apabila digunakan untuk mengetahui arah qiblat, waktu solat dll, maka itu jelas boleh.
وأما تعلّم علم الطبّ, فيجوز لأنّه سبب من اللأسباب فيحوز تعلّمه كسائر اللأسباب , وقد تداوى النبي عليه الصلاة والسلامز. وقد حُكي عن الشافعي رحمة الله عليه أنّه قال العلم علمان: علم الفقه للأديان وعلم الطبّ للأبدان وما وراء ذالك بلغة مجلس
Belajar ilmu kedokteran itu diperblehkan, karena dokter mengetahui sebab dari beberapa sebab(khususnya keada'an badan), maka diperbolehkan seperti belajar sebab yang lain(mengetahui fungsi obat-obat). Dan bahawasannya Nabi Muhammad S.A.W. pun pernah berobat, juga sudah diceritakan dari Imam Syafi'i R.A. beliau berkata "Bahwa ilmu ada 2: 1. ilmu fiqh yang difungsikan untuk agama 2. ilmu kedokteran yang difungsikan untuk badan. dibalik kedua ilmu itu adalah bekal hidup.
وأمّا تفسير العلم فهو صفة يتجلّى بها لمن قامت هي به المذكور
Adapun penjelasan ilmu adalah: suatu sifat yang bisa membuat sesuatu menjadi jelas(terbuka) pada orang yang mempunyai sifat itu.
والفقه معرفة دقائق العلم
Sedangkan Fiqh ialah mengerti pada lembut-lembutnya ilmu(syara')
قال أبو حنيفة رحمه الله تعالى عليه الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها وقال مالعلم إلاّ للعمل به والعمل ترك العاجل للأجل
Imam abu hanifah R.A. berkata "Fiqh ialah mengetahuinya pada perkara yang manfa'at pada dirinya dan yang membahayakan pada dirinya". Dan beliau berkata "tidaklah ilmu kecuali hanya untuk beramal, dan beramal adalah meninggalkan dunia untuk akhirat"
فينبغي أن لا يغفل عن نفسه ىما ينفعها وما يضرّها في أولاها وأخراها فيستجلب ما ينفعها ويجتنب ما يضرّها كيلا يكون عقله وعلمه حجّة عليه فيزداد عقوبة نعوذ بالله من سخطه وعقابه
Maka sebaiknya bagi pelajar tidak lupa sesuatu yang manfa'at bagi dirinya dan yang bahaya bagi dirinya entah dalam dunia maupun akhiratnya, kemudian mengambil sesutu yang bermanfa'at dan menjauhkan sesuatu yang membahayakan, supaya akal dan ilmunya tidak menjadi hujjah atas dirinya yang kemudian menjadi tambah-tambah akibat. Semoga Allah S.W.T. menjaga kita dari bendu dan tatrapannya.
.
وقد ورد في مناقب العلم وفضله أيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كيلا يطول الكتاب
وقد ورد في مناقب العلم وفضله أيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كيلا يطول الكتاب
Sering terlaku dalam pakerti ilmu dan keutamaan ilmu suatu ayat-ayat dan hadist-hadist yang shohih juga masyhur, tapi saya tidak tersibukkan untuk menuturnya supaya tidak panjang kitab ini.
Posting Komentar