MEMILIH TEMAN DAN MENJAGA PERTEMANAN

وأمّا اختيار الشريك فينبغي ان يختار المجد والورع وصاحب الطبع المستقيم, ويفرّ من الكسلان والمعطل والمكثار والمفسد والفتان
   Adapun untuk memilih teman, hendaknya pelajar memilih teman:
1. Yang tekun
2. Yang wira'i (menjauhi perkara haram dan syubhat)
3. Yang mempunyai watak istiqomah (jejek : jawa) 
   Dan larilah dari teman:
1. Yang malas
2. kosong pikirannya
3. banyak omong
4. buruk akhlaknya
5. suka menfitnah.

:قيل
"عن المرء لا تسأل وأبصر قرينه   #   فإنّ القرين بالمقارن يقتدي"
     "فإن كان ذا شرّ فجنّبه شرعة    #    فإن كان ذا خير فقرّبه تهتدي "       
  Dikatakan:
"Tak usahlah enkau tanya langsung temanmu, tapi lihatlah temannya  #
         bahwa temanmu itu menurut temannya..."
"Apabila temanmu buruk, cepatlah menjauhinya   #
         dan apabila baik, detatilah.. maka engkau akan dapat hidayah.."

:وأُنشِدت 
"لا تصحب الكسلان في حالاته  #  كم صالح بفساد أخر يفسد"
"عدْوي البليد إلى الجليد سريعة  #  كالجمر يوضع في الرماد فيخمد"       
   Aku (Syekh Zarnuji) dibacakan sebuah syi'ir:
"Janganlah menemani orang pemalas dalam tingkahnya   #
         banyak orang sholih menjadi buruk karna buruknya temannya.."
"Menularnya orang bodoh pada orang pintar sangat cepat   #
seperti bara yang ditaruh pada pasir.., maka akan padam.."

وقال النبي عليه الصلاة والسلام كلّ مولود يولد على فطرة الإسلام إلّا أنّ ابواه يهوّدان وينصّرانه ويمجّسانه الحديث
   Nabi Muhammad S.A.W. berkata: "Setiap bayi lahir dilahirkan dengan kesucian islam, hanya saja orang tuanyalah yang menjadikan yahudi, nasrani, majusi". Al Hadist.

"وقيل في الحكمة بالفارسيّة"ياريد بد نربود ازماريد بحقّ ذات باك الله الصمد  ياريد اردتر أسوى جحيم  يارنيكو كيرناياباني نعيم
   Dikatakan dalam bahasa farisi, yang artinya:
"Teman buruk itu lebih buruk dan membahayakan, demi haq dzatnya Maha Suci Allah S.W.T. yang di dituju..  Teman buruk akan mengarahkanmu ke neraka jahim..  Pilihlah teman yang solih.. dengan sebab itu, kamu akan menemukan surga na'im.."

وقيل
إن كنت تبغي العلم من أهله   #   أو شاهدا يخبرعن غائب
فاعتبر الأرض بأسمائها   #   واعتبر الصاحب بالصاحب
  Dikatakan:
"Apabila anda ingin mencari ilmu dari ahlinya   #
   atau saksi yang memberi kabar dari ilmu yang tidak anda ketahui"
"Maka.., Ambillah ibarat pada bumi dengan nama-namanya   #
   dan ambillah ibarat pada teman dengan temannya..."

والله أعلم

MENGAGUNGKAN AHLI ILMU


MEMILIH GURU DAN MENETAPINYA

وأمّا اختيار الأستاذ فينبغي أن يختار الأعلم والأورع والأسن كما اختار أبو حنيفة حينئذ حمّاد بن أبي سليمان بعد التأمّل والتفكّر وقال أبو حنييفة رحمه الله تعالى وجدته شيخا وقورا حليما صبورا وقال ثبتُّ عند حمّاد بن أبي سليمان فنبتُّ
   Adapun untuk memilih guru bagi pelajar baiknya memilih guru yang 
1. Lebih pintar
2. Lebih wira'i(menjaga dari perkara haram dan syubhat)
3. Lebih tua
separti halnya Imam Abu Hanifah yang telah memilih Imam Hammad bin Abi Sulaiman sebagai gurunya ketika belajar setelah meneliti dan berfikir-fikir. dan beliu pun berkata: aku telah menemukan seorang yang tua, agung, bersifat aris dan sabar sekali. kemudian beliau berkata lagi: lalu disamping Imam Hammad bin Abi Sulaiman aku menetap dan tumbuh dewasa.

وقال سمعت حكيما من حكماء سمرقند قال إنّ واحدا من طلبة العلم شاورني في طلب العلم وكان عزم على الذهاب إلى بخارى لطلب العلم
Dan Imam Abu Hanifah berkata: "Aku mendengar dari salah satu juru hukum tanah Samarqondi yang berkata "bahwa ada satu pelajar  dari beberapa pelajar sedang berbincang, bermusyawarah denganku(juru hukum Samarqondi) dalam hal mencari ilmu, dan pelajar itupun bermaksud pergi ke tanah Buchoro hanya untuk mencari ilmu"

وهكذا ينبغي أن يشاور في كلّ أمر فإنّ الله تعالى أمر رسوله صلّى الله تعالى عليه وسلم بالمشاورة في الأمور ولم يكن أفطن منه ومع ذالك أمر بالمشاورة وكان يشاور أصحابه في حميع الأمور حتى حوائج البيت
Wahai ingatlah, seperti itulah, patutnya sebagai pelajar untuk bermusyawarah, berbincang dalam setiap perkara. Bahwasannya Allah S.W.T. memerintahkan Rasulnya untuk bermusyawarah dalam setiap perkara, padahal tidak ada yang lebih pandai dari beliau Rasulullah S.A.W. serta pun begitu beliau tetap memerintahkan untuk bermusyawarah. Sedangkan beliau Rasulullah S.A.W. bermusyawarah dengan para sahabat dalam setiap perkara hinggapun kbutuhan rumah.

قال عليّ ما هلك امرؤ عن مشورة قيل رجل ونصف رجل ولا شيء, فالرجل من له رأي صائب و يشاور, ونصف رجل من له رأي صائب ولكن لا يشاور أو يشاور ولكن لارأي, ولا شيء من لا رأي له ولا يشاور
Sohabat 'Ali Karromallahu wajhah berkata: "Tidak akan rusak seseorang yang bermusyawarah".
Suatu qoul yang mengatakan:
Bahwa individu seseorang ada 3:
1. leleaki sempurna yaitu: seseorang yang mempunyai pendapat benar dan mau bermusyawarah.
2. lelaki setengah yaitu: sesorang yang mempunyai pendapat benar tetepi tidak mau bermusyawarah, atau sebaliknya yakni mau bermusyawarah tetepi tidak mempunyai pendapat benar.
3. tidak lelaki sama sekali yaitu: seseorang yang tidak mempunyai pendapat benar juga tidak mau bermusyawarah".

قال جعفر الصدق لسفيان الثوري رحمه الله شاور في أمرك مع الذين يخشون الله تعالى
Syekh Ja'far As Sodiq berkata pada Syekh Sufyan As Tsaury: "Bermusyawarahlah dalam perkaramu dengan orang-orang yang takut pada ancaman Allah S.W.T."

وطلب العلم من أعلى الأمور وأصعبها فكان المشاورة فيه أهمّ وأوجب
Mencari ilmu adalah termasuk dari lebih luhur-luhurnya dan sulit-sulitnya perkara, maka bermusyawrah dalam mencari ilmu itu lebih penting dan lebih wajib.

قال الحكيم إذا ذهبت إلى بخارى لا تعجل في الإختلاف إلى الأئمّة وامكث شهرين حتّى تتأمّل وتختار أستاذا فإنّك إن ذهبت إلى عالم وبدأت بالسابق عنده ربّما لا يعجبك درسيّته فتتركه وتذهب إلى أخر فلا يبارك لك في التعلّم
Imam Hakim berkata: "Ketika engkau akan pergi ke tanah buchoro, janganlah tergesa-gesa dalam masalah perbeda'an imam-imam diamlah selama 2bulan, sehingga engkau merenungi dan memilih guru, bahwasannya apabila engkau pergi kepada guru lain dan memulai dari awal maka belum tentu engkau cocok, kemudian engkau meninggalkan dan mencari guru lain lagi, maka engkau tidak akan mendapatkan berkah dam mencari ilmu".

فتأمّل في شهرين في اختيار الأستاذ وشاور حتّى لا تحتاج إلى تركه والأعراض عنه فثبتّ عنده حتّى يكون مباركا وتنتفع بعلمك كثيرا
Maka renungilah dalam 2bulan dalam memilih guru, dan bermusyawarahlah sehingga engkau tidak membutuhkan untuk meninggalkan gurumu itu.., dan berpaling darinya.  kemudian engkau tetapi disisinya sehingga belajarmu menjadi barokah, dan engkau bisa mengambil banyak manfa'at dengan ilmumu.

واعلم بأنّ الصبر والثبات أصل كبير في جميع الأمور ولكنّه عزيز كما قيل شعر
"لكلّ إلى شأو العلى حركات   #   ولكن عزيز في الرجال ثبات"
Ketahuilah..., bahwa sabar dan bertahan adalah pokok besar dari segala hal, tetap sabar itu sifat yang langka sekali.  seperti bunyi syi'ir:
"Setiap menuju drajat luhur pasti ada gonjangan  #  tetapi langka bagi pemuda untuk bertahan"

قيل الشجاعة صبر ساعة. فينبغي لطالب العلم أن يثبت ويصبر على أستاذ وعلى كتاب حتّى لا يتركه أبتر وعلى فنّ حتّى لا يشتغل بفنّ أخر قبل أن يتّقن الأول وعلى بلد حتّى لا ينتقل إلى بلد أخر من غير ضرورة فإنّ ذالك كلّه يفرّق الأمور ويشغل القلب ويضيّع الأوقات ويؤذي المعلّم
Dikatakan bahwa sifat pemberani adalah sabar dengan waktu.
Maka bagi pelajar hendaklah sabar pada:
1. Guru.
2. kitab/buku, sampai hingga tidak meninggalkan dengan kurang sempurna.
3. fan / jurusan pelajaran, sampai hinga tidak tersibukkan dengan fann(jurusan pelajaran) yang lainnya, sebelum yaqin pada fann yang awal.
4. tempat, sampai hingga tidak ingin pindah ke tempat lain selain dlorurot.
Maka sesungguhnya semua itu bila tak dipenuhi akan memisahkan harapan, menyibukkan hati, menyiakan waktu dan menyakiti guru.

وينبغي أن يصبر عمّا تريد نفسه وهواه قال الشاعر إنّ الهوى لهو الهوان بعينه وصريع كلّ هوى صريع هوان ويصبر على المحن والبليات وأُنشِدت وقيل أنّه لعلى ابن أبي طالب كرّم الله وجهه
"ألالا تنال العلم إلّا بستّة   #   سأنبيك عن مجموعها ببيان "
"ذكاء وحرص واصطبار وبلغة   #   وإرشاد أستاذ وطول زمان "
  Dan hendaknya pelajar juga sabar dari apa yang diinginkan hawa nafsunya.  Sang Ahli sya'ir mengatakan bahwa keinginan nafsu adalah enak sekejap. Orang yang dikalahkan hawa nafsunya sama dengan orang yang dikalahkan dengan kehina'an.  Pelajar juga hendak sabar pada kesusahan dan coba'an.
Aku(Syekh Zarnuji / pengarang ta'lim) telah dibacakan sebuah syi'ir, dikatakan bahwa syi'ir ini karangan khalifah Ali bin Abi Tholib KarromAllohu Wajhah.
"Ingatlah.., engkau takkan memperoleh ilmu kecuali dengan enam syarat   #
          akan saya jelaskan kumpulannya dengan jelas...."
"limpat, aris, sabar, bekal...   #
         tuntunan guru, masa yang lama... "

MEMPERKUAT NIAT

وينبغي لأهل العلم أن لا يذلّ نفسه بالمطمع في غير مطمع ويتحرز عمّا فيه مذلّة العلم وأهله ويكون متواضعا والتواضع بين التكبّر والمذلّة والعفّة كذالك يُعرَف ذالك في كتاب اللأخلاق
   Bagi pelajar/ahli ilmu tak usahlah menghinakan dirinya sendiri dengan tama'(mengharap-harap) pada selain tempatnya tama'(Allah), dan jagalah diri dari perkara yang membuat hina pada ilmu juga para ahli ilmu, juga tawadlu'lah...,   Tawdlu' adalah tingkah tengah-tengah antara takabbur dan hina, sedangkan 'Iffah(menjaga dari keharaman) juga seperti tawadlu'. kedua itu diketahui dalam kitab Akhlaq.

أنشد الشيخ الإمام الأجل الأستاذ ركن الإسلام المعروف بالأديب المختار شعرا
"أنّ التواضع من خصال المرتقي     #      وبه التقي إلى المعالي يرتقي"
"ومن العجائب عجب من هو جاه   #    في حاله أهو السعيد أ الشقي"
"أم كيف يُختَم عمره أو روحه         #       يوم النوى متسفّل أو مرتقي"
Syekh Imam yang agung Al Ustadz Ruknul Islam yang dikenal dengan "Al Adibul Mukhtar"(orang yang punya tatakrama yang terpilih) melagukan sebuah syi'ir:

"Bahwasannya, tawadlu' itu termasuk tingkahnya orang taqwa   #
      dengan tawadlu'pun orang taqwa naik pada drajat yang tinggi..."

"Termasuk perkara aneh, kagumnya orang bodoh   #
      pada tingkah dirinya.., Apakah ia temasuk orang yang beruntung.., atau celaka..,"

"Atau dengan keadaan bagaimana.., ia diakhiri umur atau ruhnya   #
      dihari matinya, akankah ia termasuk orang yang ruhnya terlorot.., atau terangkat..,"

والكبرياء لربّنا صفة به مخصوصة فتجنّبنّها واتّق
  Takabbur adalah sifat khususnya Allah, maka jauhilah dan bertqwalah.

قال أبو حنيفة رحمه الله لأصحابه عظّموا عمائمكم ووسّعوا أكمامكم وإنّما قال ذالك لئلّا يستخفّ بالعلم وأهله, وينبغي لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصيّة التي كتبها أبو حنيفة ليوسف بن خالد السمتي عند الرجوع إلى أهله يجده من يطلبه
  Syekh Imam Abu Hanifah berkata pada sahabat-sahabatnya: "besarkanlah sorban-sorbanmu dan jembarkanlah lengan-lenganmu".  beliau berkata seperti itu tak lain hanya supaya ilmu dan ahli ilmu tak teremehkan.  bagus sekali bagi pelajar untuk menghasilkan(menguasai) kitab wasiat yang ditulis oleh beliau Imam Abu Hanifah kepada Syekh Yusuf bin Kholid As sumty ketika pulang pada keluarganya, yang mana kitab itu bisa ditemukan oleh orang yang mencari.

وكان أستاذنا الشيخ الإمام برهان الأئمّة علي ابن أبي بكر قدّس الله روحه العزيز أمرني بكتابته غند الرجوع إلى بلدي وكتبته, ولابدّ للمدرِّس والمفتي في معاملات الناس منه
Sedangkan Ustadz kita Imam burhanul aimmah 'Aly bin bakr qds A rh. juga memerintah aku(Syekh Zarnuji)  untuk menulis kitab wasiat itu diketika aku pulang pada negaraku, dan aku pun menulisnya.  Dan bagi mudarris(pengajar) dan mufti(orang yang memberi fatwa dalam amal-amal manusia) juga harus demikian.

TATA CARA NIAT

كيفية النية
TATA CARA NIAT
وينبغي ان ينوي المتعلّم بطلب العلم رضا الله تعالى والدار الأخرة وإزالة الجهل عن نفسه وعن سا ئر الجهّال وإحياء الدين وإبقاء الإسلام ولا يصحّ الزهد والتقوى مع الجهل 
   Sebaiknya bagi pelajar dalam mencari ilmu berniat untuk 
1. Mencari ridlo Allah
2. Supaya masuk surga
3. Menghilangi kebodohan diri sendiri serta kebodohan orang lain
4. Menghidup-hidup agama
5. Mentetapkan agama
   Maka bahwasannya ketetapannya Islam itu dengan adanya ilmu, pula tidak akan sah "zuhud dan taqwa" dengan ketidak tahuan(bodoh)
وأنشد الشيخ الإمام الأجل برهان الدين صاحب الهداية شعرا لبعضهم
فساد كبير عالم متهتك          #    وأكبر منه جاهل متنسك
هما فتنة في العالمين عظيمة   #    لمن بهما في دينه يتمسّك
   Syekh Imam Burhanuddin shohib hidayah melagukan syi'ir untuk sebagian ulama'
Kerusakan besar adalah seorang 'alim yang tak mengamalkan ilmunya  #
      Dan lebih besar lagi dari itu yaitu si bodoh yang beribadah tanpa ilmu

Keduanya itu suatu fitnah besar bagi seluruh alam  #
      bagi orang orang yang berpegang kedua orang itu dalam agamanya

وينوي به الشكر على نعمة العقل وصحة البدن ولا ينوي به إقبال الناس ولا استجلاب حطام الدنيا والكرامة عند السلطان وغيره
Dan pelajar dalam mencari ilmu juga niat
6. Mensyukuri ni'matnya akal dan sehatnya badan
tidak boleh pelajar niat untuk mencari muka, mencari harta dan kemuliaan disamping raja(pejabat) atau selainnya.
قال محمّد بن الحسن رحمه الله تعالى لو كان الناس كلّهم عبيديل لأعتقتهم وتبرأت ولائهم ومن وجد لذة العلم والعمل به قلّما يرغب فيما عند الناس
Syech Muhammad chasan rohimahullahu ta'ala pernah berkata "Seumpama semua manusia menjadi budakku, maka akan kumerdekakan semua dan melepaskan semua waris wala'nya".   Barang siapa telah menemukan ladzat(lezat)nya ilmu dan beramal ilmu, maka ia sedikit sekali mempunyai rasa suka pada perkara yang ada pada manusia (harta dunia).
انشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين جماد بن ابراهيم بن اسماعيل الصفار الأنصاري إملاء لأبي حنيفة رحمه الله تعالى شعرا
من طلب العلم للمعاد     #     فاز بفضل من الرشاد
فيا لخسران طالبيه       #       لنيل فضل من العباد
Syekh Al Imam yang agung Al Ustadz Qowamuddin "Jamad bin ibrahim bin isma'il" As Sofary Al Ansory melagukan sebuah tulisan kepada Imam Abu Hanifah r.a. dan disyi'irkan

Barang siapa mencari ilmu untuk akhirat   #
      maka akan beruntung sebab anugrah dari dzat yang memberi hidayah

Wahai kaum, lihatlah orang-orang rugi, yang sedang mencari ilmu   #
      hanya untuk memperoleh lebihan dari manusia-manusia

اللّهمّ إلّا إذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهي عن المنكر وتنفيذ الحقّ وإعزاز الدّين لا لنفسه وهواه فيجوز ذالك بقدر ما يقيم به الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر
Yaa... Allaah...
   Kecuali ketika orang mencari kedudukan hanya untuk amar ma'ruf nahi munkar(merintah kebaikan dan mencegah kemunkaran), melestarikan perkara haq dan memuliakan agama, tidak karena keinginan nafsu dan kesenangannya, maka itu diperbolehkan, itupun hanya sekedar kira-kiranya sudah bisa amr ma'ruf nahi munkar.
وينبغي لطالب العلم أن يتفكّر في ذالك فإنّه يتعلّم العلم بجهد كثير فلا يصرفه إلى الدنبا الحقيرة القليلة الفانية
Sebaiknya bagi pelajar berfikir tentang itu(hukum mencari kedudukan), sesungguhnya pelajar mencari ilmu disertai dengan banyaknya payah, maka janganlah sekali-kali memalingkan ilmunya hanya untuk dunia yang hina, yang sedikit, yang rusak.
:شعر
هي الدنيا أقلّ من القلي        #      وعاشقها أذلّ من الذليل
تصمّ بسحرها قوما وتصم   #       فهم متحيزون بلا دليل
Ada sebuah syi'ir:

Dialah.., dunia. yaitu lebih sedikit-sedikitnya perkara sedikit   #
      dan orang yang tenggelam dunia itu lebih hina-hinanya orang hina

Dunia menulikan dan membutakan kaum dengan sihirnya   #
      mereka yang terkena sihir itu menjadi bingung dengan tanpa dalil(penuntun) 

KEUTAMAAN ILMU DAN FIQH

وشرف العلم لا يخفى على أحد إذ هو مختصّ بالإنسانيّة لأنّ جميع الخصال سوى العلم يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات كالشجاعة والجرأة والقوّة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم
   Kemuliaan ilmu itu tidak samar(sudah jelas) pada siapapun, karena ilmu adalah sesuatu yang dikhususkan pada manusiawi, bahwa sesungguhnya semua sifat atau prilaku itu bisa dimiliki manusia dan hewan seperti pemberani, penakut, kuat, dermawan, pengasih dan lainnya terkecuali ilmu.

وبه أظهر الله تعالى فضل أدم عليه الصلاة السلام على الملائكة وأمرهم بالسجود له
Dengan ilmu pula Allah S.W.T. mengunggulkan Nabi Adam A.S. di atasnya para malaikat dan menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam A.S.

وإنّما شرف العلم لكونه وسيلة إلى التقوى الّذي يستحقّ به الكرامة عند الله تعالى والسعادة الأبديّة
Hanya saja, kemuliaan ilmu itu dikarenakan ilmu adalah suatu wasilah(lantaran) pada ketaqwaan, yang mana dengan ketakwaan itu manusia bisa menghaqqi kemuliaan disisi Allah S.W.T. dan keselamatan yang selamanya.

كما قيل لمحمّد بن الحسن ابن عبدالله شعر
"تعلّم فإنّ العلم زين لأهله         #   وفضل وعنوان لكلّ المحامد"
"وكن مستفيداً كلّ يوم زيادة      #   من العلم واسبح في بحور الفوائدٍ"
"تفقّه فإنّ الفقه أفضل قائدٍ         #   إلى البرّ والتقوى وأعدل قاصد"
"هو العلم الهادي إلى سنن الهدى #   هو الحصن ينجي من جميع الشدائد"
"فإنّ فقيهاً واحداً متوارعاً         #   أشدّ على الشيطان من ألف عابد"
   Seperti yang dikatakan kepada Syech Muhammad bin hasan, sebuah syi'ir:
"Belajarlah, bahsannya ilmu adalah hiasan bagi ahli ilmu   #
   dan anugrah dan juga pertolongan pada setiap perkara yang terpuji"
"Jadilah orang yang tiap harinya mengambil faedah tambahnya   #
   dari ilmu, dan berenanglah di lautan faedah"
"fahmilah Fiqh, bahwasannya Fiqh itu lebih utama-utamanya tuntunan   #
   kepada kebaikan dan ketaqwaan, juga lebih lurus-lurusnya tujuan"
"Fiqh adalah ilmu yang menunjukkan pada jalannya petunjuk   #
   Fiqh adalah benteng yang akan menyelamatkan dari segala musibah"
"Maka, bahwasannya Ahli Fiqh satu yang menjauhi perkara haram(wira'i)   #
   itu lebih berat bagi syaiton dari pada seribu Ahli ibadah(yang tidak Ahli Fiqh)"


فقيل بأنّ علم ما يقع على نفسه في جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابدّ من كلّ واحد من ذالك وعلم ما يقع في بعض الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه في بعض الأوقات وعلم النّجوم بمنزلة المرض فتعلّمه حرام لأنّه يضرّ ولاينفع والهرب من قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن
   Dikatakan bahwa sesungguhnya ilmu perkara yang terjadi pada diri kita dalam setiap tingkah itu sederajat dengan makanan, yang mana kita sangat membutuhkannya setiap hari.  Dan ilmu perkara yang terjadi disebagian waktu/masa itu sederajat dengan obat, yang mana kita membutuhkannya hanya diwaktu kita sakit.  Sedangkan ilmu nujum(ramalan) itu sederajat dengan penyakit, maka belajar ilmu nujum itu haram kerena membahayakan dan tak ada manfa'atnya, sedangkan lari dari keputusan dan kepastian Allah S.W.T. itu tak akan mungkin.

فينبغي لكل مسلم أن يشتغل في جميع أوقاته بذكر الله تغالى والدّعاء والتضرّع وقراءة القرأن والصدقات الدافعة للبلاء ويسأل الله تعالى العفو والعافية في الدنيا والأخرة ليصونه الله تعالى عن البلاء والأفات
 Alangkah baiknya seorang muslim disetiap waktunya ia tersibukkan dengan dzikir, do'a, tadorru'(sopan santun), membaca Al-Qur'an, sodaqoh yang bisa menolak balak dan meminta kepada Allah S.W.T. ampunan dan kesehatan di dunia dan akhirat supaya dijauhkan oleh Allah S.W.T. dari balak dan bahaya

 فإنّ من رزق الدّعاء لم يُحرَم الإجابة فإن كان البلاء مقدَّرا يصبه لامحالة ولكن ييسره الله تعالى عليه ويرزقه الصبر ببركة الدّعاء
Maka,bahwasannya orang yang diberi kemudahan(rizqi) untuk berdo'a ia takkan tertutup dari terijabahnya do'a itu.  Kemudian apabila balak sudah ditakdirkan padanya maka balak itupun akan terjadi padanya akan tetapi ia diberi Allah S.W.T. kemudahan dan kesabaran untuk menghadapi balak itu disebabkan barokah do'anya.

   قال أبو حنيفة رحمه الله تعالى عليه الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها وقال مالعلم إلاّ للعمل به والعمل ترك العاجل للأجل
   Imam abu hanifah R.A. berkata "Fiqh ialah mengetahuinya pada perkara yang manfa'at pada dirinya dan yang membahayakan pada dirinya".  Dan beliau berkata "tidaklah ilmu kecuali hanya untuk beramal, dan beramal adalah meninggalkan dunia untuk akhirat"

فينبغي أن لا يغفل عن نفسه ىما ينفعها وما يضرّها في أولاها وأخراها فيستجلب ما ينفعها ويجتنب ما يضرّها كيلا يكون عقله وعلمه    حجّة عليه فيزداد عقوبة نعوذ بالله من سخطه وعقابه
Maka sebaiknya bagi pelajar tidak lupa sesuatu yang manfa'at bagi dirinya dan yang bahaya bagi dirinya entah dalam dunia maupun akhiratnya, kemudian mengambil sesutu yang bermanfa'at dan menjauhkan sesuatu yang membahayakan, supaya akal dan ilmunya tidak menjadi hujjah atas dirinya yang kemudian menjadi tambah-tambah akibat.  Semoga Allah S.W.T. menjaga kita dari bendu dan tatrapannya.

                                           وقد ورد في مناقب العلم وفضله أيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كيلا يطول الكتاب
   Sering terlaku dalam pakerti ilmu dan keutamaan ilmu suatu ayat-ayat dan hadist-hadist yang shohih juga masyhur, tapi saya tidak tersibukkan untuk menuturnya supaya tidak panjang kitab ini.

PEMBAGIAN KITAB


فصل في ماهية العلم والفقه وفضله, فصل في النّية في حال التعلّم, فصل في إختيار العلم والأستاذ والشّريك والثّبات, فصل في تعظيم العلم وأهله, فصل في الجدّ والمواظبة والهمّة, فصل بداية السبق وقدره وترتيبه, فصل في التّوكّل, فصل في وقت التّحصيل, قصل في الشّفقة والنّصيحة, فصل في الإستفادة, فصل في الورع في حال التعلّم, فصل فيما يورث الحفظ والنسيان, فصل فيما يجلب الرّزق وما يمنع وما يزيد في العمر وما ينقص وما توفقي إلاّ بالله عليه توكّلتُ وإليه أنيب
 1. fasal menerangkan sejatinya ilmu dan fiqh dan keutamaan keduanya.
 2. fasal menerangkan niat ketika belajar.
 3. fasal menerangkan dalam memilih ilmu, ustadz, teman dan menetapi ilmu.
 4. fasal menerangkan dalam mengagungkan ilmu dan ahli ilmu.
 5. fasal menerangkan dalam bersungguh-sungguh, kontinyu dan cita-cita luhur.
 6. fasal menerangkan dalam memulai belajar, kira-kiranya memulai dan tartibnya.
 7. fasal menerangkan tawakkal.
 8. fasal menerangkan waktunya menghasilkan ilmu.
 9. fasal menerangkan kasih sayang dan nasehat.
10. fasal menerangkan dalam mengambil faidah.
11. fasal menerangkan wira,i dimasa belajar.
12. fasal menerangkan sesuatu yang memudahkan hafalan dan lupa.
13. fasal menerangkan sesuatu yang bisa menarik dan mencegah rizki, dan sesuatu yang bisa menambah dan mengurangi umur.
   Tidak ada taufiq kecuali dengan pertolongan ALLAH S.W.T. kepadanya aku pasrah dan kembali.

PERINTISAN KITAB


فلمّا رأيتُ كثيراً من طلاّب العلم في زماننا يجدون إلى العلم ولا يصِلون أو من منافعه وثمراتِه وهي العلم به والنّشر يحرمون لما أنّهم أخطؤا طرائقه وتركوا شرائطه وكلّ من أخطأ الطريق ضلّ ولا ينال المقصود قلّ أو جلّ
   Diwaktu ketika saya(syech Zarnuji / musonnif ktb ta'limul muta'alim) melihat banyaknya para pencari ilmu dizaman kita yang bersungguh-sungguh tetapi tak bisa sampai, atau dari kemanfa'atan ilmu dan buahnya yaitu menyebarkan ilmu mereka tertutup, karna sesungguhnya mereka telah salah jalan(dari jalan mencari ilmu) dan mereka meninggalkan syarat-syarat mencari ilmu, sedangkan setiap orang yang salah jalan maka akan tersesat dan takkan memperoleh sesuatu yang dituju, baik kecil maupun agung.

أردتُ وأحببتُ أن أبيّن لهم طريق التعلّم على ما رأيتُ في الكتب وسمعتُ من أساتذي أولي العلم والحكم رجاءَ الدعاء لي من الرّاغبين فيه المخلصين بالفوز والخلاص في يوم الدين بعد استخرتُ الله تعالى فيه
   Saya(syech Zarnuji) mengharapkan dan suka untuk menjelaskan mereka(para pencari ilmu) pada jalannya ilmu, atas suatu yang telah kulihat dibeberapa kitab dan yang saya dengar dari guru-guru saya yang mempunyai ilmu dan hikmah, dengan mengharapkan do'a dari orang-orang yang senang ilmu juga ikhlas, supaya memperoleh maksud dan selamat dihari kiamat, setelah mencari kebaikan kepada ALLAH S.W.T. dalam menjelaskan jalannya ilmu.

وسمّيتُه) تعليم المتعلّم طريقَ التعلّم وجعلتُه فصولاً)
   Dan saya(syech Zarnuji) memberikan nama kitab itu dengan nama kitab TA'LIMUL MUTA'ALIM(Mengajari Pelajar) pada jalannya belajar, dan saya bagi beberapa fasal.
 
Copyright © 2013. TA'LIMUL MUTA'ALIM - All Rights Reserved
Design by Gusti Putu Adnyana Powered by idblogsite.com